Entri Populer

Kamis, 18 Juli 2013


MAKALAH
AKUNTANSI BIAYA
“ KONSEP BIAYA DAN ARUS BIAYA”


KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang kita ucapkan atas nikmat yang diberikan Allah sehingga kami sebagai penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat beriringan salam kita kirimkan buat nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita mampu menjadi menjadi pengikut setia Nabi, amin…
Selanjutnya, ucapan terima kasih penulis kepada dosen pembimbing, yang telah memberikan tugas dalam membuat makalah tentang “KONSEP BIAYA DAN ARUS BIAYA “ dalam mata pelajaran Akuntansi Biaya, sehingga dengan makalah ini memberikan banyak ilmu dan pengalaman baru bagi penulis sendiri.
Semoga dengan adanya makalah ini memberikan  banyak manfaat bagi pembaca maupun penulis. Dan penulis berharap masukan dan kritik untuk makalah ini agar bisa lebih baik.
                       
                                                Padang, September 2011



Penulis












DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………..
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………….
1.1  Latar Belakang…………………………………………………………………….
1.2  Rumusan Masalah…………………………………………………………………
1.3  Tujuan Makalah……………………………………………………………………
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………
2.1 Pengertian konsep biaya dan objek biaya ………………………………………...
2.2 Ketelusuran Biaya…………………………………………………………………
2.3 Penggolongan Biaya………………………………………………………………
2.4 Perbedaan Akuntansi Biaya perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur................
2.5 Akuntansi Biaya untuk perusahaan Manufaktur…………………………………
2.6 Arus Biaya………………………………………………………………………
2.7 Laporan Harga Pokok Produksi Perusahaan Manufaktur....................................
2.8 Laporan Rugi Laba Perusahaan Manufaktur.......................................................
BAB III PENUTUPAN………………………………………………………………………
            3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………...
            3.2 Saran……………………………………………………………………………..
REFERENSI………………………………………………………………………………....









BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Bilamana seseorang menanyakan sesuatu hal berkaitan dengan biaya (Cost), maka reaksi pertama hendaknya mencari tahu untuk apa informasi biaya tersebut hendak digunakan. Angka-angka biaya dapat diartikan bervariasi tergantung pada tujuannya.
Suatu filosofi berorientasi pasar  membutuhkan informasi biaya yang cepat, dimulai dari konsepsi produk sampai distribusi akhir, pelayanan, dan purnajual. Para manajer menggunakan informasi biaya produk untuk berbagai keputusan strategis, termasuk penetapan harga, penerimaan dan menolak pesanan penjualan dan memilih produk mana yang akan dibuat. Jika system akuntansi menghasilkan data biaya yang tidak akurat, perusahaan mungkin menjual produknya lebih rendah dari biayanya. Tanpa informasi biaya yang akurat, perancangan produk mungkin memilih rancangan yang tidak memberikan nilai tambah.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Pengertian konsep biaya dan objek biaya
2.      Ketelusuran Biaya
3.      Penggolongan Biaya
4.      Perbedaan Akuntansi Biaya perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur
5.      Akuntansi Biaya untuk perusahaan Manufaktur
6.      Arus Biaya
7.      Laporan Harga Pokok Produksi Perusahaan Manufaktur
8.      Laporan Rugi Laba Perusahaan Manufaktur

1.3 Tujuan Makalah
  1. Menambah wawasan tentang Konsep Biaya dan Arus Biaya
  2. Dapat mengetahui perbedaan akuntansi biaya di perusahaan jasa, dagang dan manufaktur
  3. Dapat mengetahui prosedur untuk menelusuri arus biaya yang menghasilkan keputusan yang efekif.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Konsep Biaya dan Objek Biaya
Dalam arti luas, biaya (cost) adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.

Harga Pokok adalah sejumlah nilai aktiva, tetapi apabila selama tahun berjalan aktiva tersebut dimanfaatkan untuk membantu memperoleh penghasilan, aktiva tersebut harus dikonversikan ke biaya (Expense).

Contoh :    Uang yang dikeluarkan untuk membeli gedung, tanah, mesin,  mobil dll.

Biaya (Expense) adalah beban terhadap penghasilan karna perusahaan menggunakan sumber daya ekonomi yang ada. Biaya berasal dari aktiva atau terjadi langsung tanpa melalui aktiva.

Contoh : Uang yang dikeluarkan untuk mebayar Upah, Tagihan Telepon, Tagihan Listrik, Sewa gudang dll.
Objek Biaya  (cost object) atau tujuan biaya (cost objective) adalah sebagai  sesuatu item atau aktivitas yang biayanya diakumulasi dan diukur.
Berikut adalah aktivitas atau item-item yang dapat menjadi objek biaya:
1.      Produk, Proses
2.      Batch dari unit-unit sejenis, Departemen
3.      Pesanan pelanggan, Divisi
4.      Kontrak, Proyek
5.      Lini produk, Tujuan strategis.

2.2  Ketelusuran Biaya
Ketelusuran (Treaceability)
Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak dapat dengan mudah dan akurat dilacak sebagai objek biaya. Biaya langsung adalah biaya yang dapat dengan mudah dan akurat ditelusuri sebagai objek biaya.
Metode Penelusuran
Ketelusuran berarti bahwa biaya dapat dibebankan dengan mudah dan akurat sedangkan penelusuran adalah pembebanan aktual dari biaya ke objek biaya dengan menggunakan ukuran yang dapat diamati pada konsumsi sumber daya oleh objek biaya.
2 cara penelusuran :
1.      Penelusuran langsung, adalah suatu proses pengidentifikasian dan pembebanan biaya yang berkaitan secara khusus dan secara fisik dengan suatu objek.
2.      penelusuran penggerak, adalah suatu proses pengidentifikasian yang menggunakan dalil-dalil sebab akibat untuk mengidentifikasi berbagai faktor.

2.3  Penggolongan Biaya
Penggolongan biaya adalah penggolongan proses mengelompokkan secara sistematis atas keseluruhan elemen yang ada ke dalam golongan-golongan tertentu yang lebih ringkas untuk dapat memberikan informasi yang lebih punya arti atau lebih penting

Biaya dapat digolongkan menurut :
1.      Obyek Pengeluaran.
Dalam cara penggolongan ini ,nama obyek pengeluaran  merupakan dasar  penggolongan biaya. Salah satu contoh penggolongan biaya atas dasar obyek pengeluaran adalah dalam perusahaan kertas, obyek pengeluarannya adalah biaya merang, biaya jerami, biaya gaji dan upah, biaya soda, biaya depresiasi mesin, biaya asuransi, biaya bunga, dan biaya zat warna.
2.      Penggolongan Biaya Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan
Dalam perusahaan manufaktur terdapat tiga fungsi pokok, yaitu fungsi produksi, fungsi pemasaran, dan fungsi administrasi dan umum.
Oleh karena itu dalam perusahaan manufaktur biaya dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok :
a.      Biaya produksi (production costs)
Termasuk direct material, direct labor & factory overhead yang dikeluarkan untuk memproduksi barang atau jasa.

b.      Biaya pemasaran (marketing costs)
dihasilkan dari penjualan dan pengiriman produk serta mencakup biaya promosi penjualan dan mempertahankan pelanggan serta biaya transportasi, pergudangan, dan distribusi lainnya.
c.       Biaya administrasi (administrative costs)
dihasilkan dari pengerahan dan pengendalian perusahaan serta kegiatan umum seperti fungsi personalia dan hukum.  Biaya ini mencakup gaji bagian akuntansi, manajemen dan keuangan, biaya klerikal, biaya telepon, dan ongkos sewa.
3.      Penggolongan Biaya Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu yang dibiayai.
Sesuatu yang dibiayai dapat berupa produk atau departemen. Dalam hubgungannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dapat dikelompokan menjadi dua golongan:
a.       Biaya Langsung ( direct cost )
b.      Biaya Tidak Langsung ( indirect cost )
Dalam hubungannya dengan produk, biaya produksi dibagi menjadi dua, yaitu
a.       Biaya Produksi Langsung
Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
b.      Biaya Produksi Tidak Langsung.
Dan dalam hubungannya dengan departemen, biaya dibagi menjadi dua golongan, yaitu
a.       Biaya Langsung Departemen
Biaya langsung departemen adalah semua biaya yang terjadi di dalam departemen tertentu. Contohnya adalah biaya tenaga kerja yang bekerja dalam Departemen Pemeliharan merupakan biaya langsung departemen bagi Departemen Pemeliharaan.
b.       Biaya tidak langsung departemen.



4.      Penggolongan Biaya menurut Volume Produksi
Dalam hubungannya dengan volume produksi, biaya dapat digolongakan menjadi :
a.       Biaya Variabel adalah biaya yang jumlah totalnya sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contohnya adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung
b.      Biaya Semi Variabel, adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya semi variabel mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel. Contohnya penggunaan tenaga listrik untuk penerangan pada bagian produksi bersifat tetap, tetapi akan bersifat variabel untuk menggerakan mesin-mesin produksi.
c.       Biaya Tetap, adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu. Contoh biaya tetap adalah gaji direktur produksi.
d.      Biaya Semi Fixed adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.

5.      Penggolongan Biaya Atas Dasar Jangka Waktu Manfaatnya.
Atas dasar jangka waktu manfaatnya, biaya dapat dibagi menjadi dua: yaitu pengeluaran modal dan pengeluaran pendapatan.
a.       Pengeluaran modal( capital expenditures) adalah biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
 Contohnya adalah pengeluaran untuk pembelian aktiva tetap, untuk promosi besar-besaran, dan pengeluaran untuk riset dan pengeluaran suatu produk.
b.      Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures) adalah biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam satu periode akuntansi. Contohnya adalah biaya iklan, biaya telex, dan biaya tenaga kerja.
Manfaat Penggolongan Biaya Menurut Mulyadi (1993, hal. 165), manfaat penggolongan biaya sebagai berikut:
c.        Untuk mengetahui harga pokok produk yang diproduksi dalam bulan tertentu.
d.      Sebagai dasar pengambilan keputusan biaya dimasa yang akan datang.
e.       Untuk memperjelas tugas wewenang dan tanggung jawab tiap-tiap manajer.
Menurut Murti dan John (1998, hal. 424), manfaat penggolongan biaya adalah:
1.       Memberikan kemudahan pendistribusian biaya secara merata.
2.      Memberikan keadilan atau beban yang pantas terhadap suatu produk.

Menurut Charles (1997, hal. 328) manfaat penggolongan biaya adalah untuk mengadakan penilaian persediaan dan untuk pengambilan keputusan seperti penentuan harga, menambah produk dan mempromosikan produk.

2.4  Perbedaan Akuntansi Biaya perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur
Akuntansi Biaya untuk Perusahaan Retail, Jasa dan Manufaktur
Informasi biaya yang akurat merupakan hal penting bagi semua perusahaan baik yang bergerak di bidang ritel, manufaktur dan jasa. Masing-masing industri tersebut mempunyai laporan keuangan pokok yang sama; umumnya laporan itu terdiri , dan dari neraca( laporan posisi keuangan) dan laporan laba-rugi, laba ditahan arus kas yang terkait.
1.      Pedagang eceran (retail)  dan perusahaan dagang lainnya, menjual barang pada dasarnya berbentuk fisik sama dengan barang yang telah mereka beli. Retailer umumnya  hanya memiliki satu akun persediaan, yang disebut Persediaan Barang Dagang.
2.      Perusahaan manufaktur mengubah bahan menjadi barang jadi dan secara umum mempunyai 4 akun persediaan : Persediaan barang langsung, Persediaan Perlengkapan Pabrik, Persediaan Barang Dalam Proses dan persediaan barang jadi.
Bahan langsung menunjukan harga yang tersedia untuk diproses; Barang dalam proses, harga pokok barang yang tersedia untuk diproses; barang dalam proses, harga pokok barang yang belum diselesaikan dan barang jadi, harga pokok barang yang telah diselesaikan.
3.      Perusahaan Jasa mempunyai beberapa atau tidak mempunyai persediaan dan outputnya seringnya tidak berwujud, seperti jasa kesehatan. Sedangkan perusahaan jasa yang memiliki output berwujud, contohnya adalah kantor akuntan dan konsultan publik,yang outputnya adalah laporan audit.




Perbedaan Akuntansi Biaya Perusahaan Jasa, Dagang, dan Manufaktur dapat terlihat pada contoh laporan keuangan dibawah ini.
Laporan keuangan perusahaan manufaktur hampir sama dengan laporan keuangan perusahaan dagang. Perbedaannya terletak pada bagian Aktiva Lancar di Neraca dan Harga Pokok Penjualan di Laporan Rugi-Laba.
Neraca
Perbandingan Neraca Perusahaan Dagang dan Perusahaan Manufaktur:

Perusahaan Dagang

Neraca sebagian
31 Desember 2005

Perusahaan Manufaktur
Neraca sebagian
31 Desember 2005
Aktiva Lancar:


Aktiva Lancar:


Kas
        XXX

Kas

  XXX
Piutang (bersih)
     XXX

Piutang (bersih)

XXX

Persediaan Barang Dagangan

XXX

Persediaan:


Sewa Dibayar di Muka
   XXX

Barang Jadi
XXX


25.900

Barang Dalam Proses
XXX




Bahan Baku
XXX






XXX



Sewa Dibayar di Muka

XXX





XXX

 

 



 

 

 

 

 


Laporan Rugi-Laba


Perbandingan bagian Harga Pokok Penjualan di Laporan Rugi-Laba antara Perusahaan Dagang dan Perusahaan Manufaktur:

Perusahaan Dagang

Laporan Rugi-Laba sebagian

Periode Tahun 2005

Harga Pokok Penjualan:

Persediaan Barang Dagangan 1 Januari …………

XX
(+) Pembelian Bersih …………………..……………
XXX
Barang Tersedia Untuk Dijual ………………………
XXX
(-) Persediaan Barang Dagangan 31 Desember …
XXX
Harga Pokok Penjualan …………………………….
XXX






Perusahaan Manufaktur

Laporan Rugi-Laba sebagian

Periode Tahun 2005

Harga Pokok Penjualan:

Persediaan Barang Jadi 1 Januari ………………….
XXX
(+) Harga Pokok Produksi  ……………
XXX
Barang Tersedia Untuk Dijual ……………………….
XXX
(-) Persediaan Barang Jadi 31 Desember ………….
XXX
Harga Pokok Penjualan
XXX








Komponen yang berbeda digambarkan secara skematis sbb:
Perusahaan Dagang:


  Persediaan Barang      +          Pembelian       -     Persediaan Barang              =    Harga Pokok
   Dagangan (Awal)                     Bersih                      Dagangan (Akhir)                   Penjualan

Perusahaan Manufaktur:


  Persediaan Barang      +        Harga Pokok    -        Persediaan Barang          =    Harga Pokok
   Jadi (Awal)                        Produksi                       Jadi (Akhir)                       Penjualan

2.5  Akuntansi Biaya untuk perusahaan Manufaktur
Perusahaan manufaktur mengubah bahan menjadi barang jadi dan secara umum mempunyai 4 akun persediaan :
f.       Persediaan barang langsung
g.       Persediaan Perlengkapan Pabrik
h.       Persediaan Barang Dalam Proses
i.        Persediaan barang jadi.

2.6  Arus Biaya
Akuntansi biaya tidak menambah ataupun mengubah siklus akuntansi dan prinsip-prinsip akuntansi yang sudah dikenal dalam akuntansi keuangan. Semua biaya manufaktur, tanpa mempedulikan, apakah tetap atau variable, mengalir melalui akun barang dalam proses dan pembuatan barang jadi. Berdasarkan hasil analisis didapat bahwa variabel metode arus biaya persediaan dan gross profit margin tidak pengaruh signifikan terhadap market value perusahaan. Sedangkan variable perputaran persediaan dan nilai persediaan berpengaruh signifikan antara perusahaan terhadap market value perusahaan.hasil Penelitian Variabel secara simultan ini menunjukan bahwa variabel metode arus biaya persediaan, Perputaran persediaan, Gross Profit Margin, Nilai persediaan berpengaruh signifikan terhadap nilai pasar Perusahaan

2.7  Laporan Harga Pokok Produksi Perusahaan Manufaktur
Laporan harga pokok produksi adalah laporan tentang biaya total yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan untuk memproduksi sejumlah barang di dalam suatu periode tertentu.
Tujuan dari laporan harga pokok produksi adalah untuk mendukung laporan laba-rugi dengan mengikhitsarkan semua biaya produksi selama periode akuntansi. Biaya produksi tersebut terdiri dari tiga unsur utama yakni bahan langsung, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik.
Contoh format Laporan
PT. Jaya  Raya
Laporan  Harga  Pokok  Produksi
Untuk Periode Yang Berakhir Tanggal 31 Desember XXX
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
                                                           
    Harga Pokok  Produksi :
    - Persediaan awal bahan baku                             xx
    - Pembelian                                                            xx
    - Persediaan akhir bahan baku                           (xx)
                                                                       
                        - Biaya Bahan Baku                                         xxx
                        - Biaya Tenaga Kerja Langsung                    xxx
                       - Biaya Overhead                                              xxx

    - Biaya Produksi                                                                   xxx
    - Persediaan awal, Barang Dalam Proses                          xxx
    - Persediaan total, Barang Dalam Proses            xxx
   - Persediaan akhir, Barang Dalam Proses          ( xxx )
   -  Harga Pokok Produksi                                         xxx 
        






2.8  Laporan Rugi Laba Perusahaan Manufaktur
Dari hasil perhitungan skedul harga pokok produksi dapat lanjutkan untuk penyusunan laporanlaba rugi manufaktur sebagaimana dicontohkan pada format berikut :

Nama Perusahaan
LAPORAN LABA RUGI
(Perusahaan Manufaktur)
Untuk tahun yang berakhir tanggal 31/12/20xx

Penjualan................................................................xxxx
Harga Pokok Penjualan :
Persediaan Barang Jadi, 01/01/20xx............xxxx
Harga Pokok Produksi.................................xxxx
Barang tersedia untuk dijual.......................(xxxx)
Persediaan Barang Jadi, 31/12/20xx............(xxxx)
Harga Pokok Penjualan............................................(xxxx)
Laba Kotor................................................................xxxx

Beban operasional :
Beban Pemasaran........................................xxxx
Beban Administrasi.......................................xxxx
Total beban usaha..................................................(xxxx)
Laba Operasional.....................................................xxxx

Pendapatan/Beban lain :
Pendapatan-pendapatan lain.........................xxxx
Beban-beban lain.........................................(xxxx)
Total Pendapatan/Beban lain..................................xxxx(+/-)
Laba Neto (sebelum pajak).....................................xxxx

Laporan Laba Rugi seperti dicontohkan diatas adalah laporan laba rugi multiple step karena perhitungan dilakukan secara bertahap. Para pengguna laporan laba rugi ini tentu lebih senang membaca laporan laba rugi dengan multiple step ini karena lebih informatif ketimbang laporan laba rugi dengan single step.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Setiap perusahaan memerlukan konsep biaya yang baik sehingga menghasilkan informasi biaya produk untuk berbagai keputusan strategis, termasuk penetapan harga, penerimaan dan menolak pesanan penjualan dan memilih produk mana yang akan dibuat. Jika system akuntansi menghasilkan data biaya yang tidak akurat, perusahaan mungkin menjual produknya lebih rendah dari biayanya. Tanpa informasi biaya yang akurat, perancangan produk mungkin memilih rancangan yang tidak memberikan nilai tambah.

















                                                              REFFERENSI                                          

Rayburrn,L.Gayle (R), Cost Accounting: Using a Cost Management Approach, 6th ed.
Mulyadi, Akuntansi Biaya,Edisi 5, Universitas Gajah Mada, Jogyakarta.
Herawati, Akuntansi Biaya LKMS, BUNG HATTA UNIVERSITY PRESS, Padang.
Thomson, Cost Accounting, Buku 1 – edisi 13- 2006, Salemba Empat .
http://ridwaniskandar.files.wordpress.com/2009/05/32-penggolongan-biaya.pdf Diakses, hari Jum’at  tanggal 21 September 2012
http://www.ask.com/web?l=dis&o=14595cr&qsrc=2869&q=ARUS%20BIAYA Diakses, hari Jum’at  tanggal 21 September 2012
http://www.anneahira.com/laporan-laba-rugi-perusahaan-manufaktur.htm Diakses, hari Senin, tanggal 24 Sepember 2012.











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar